Bukti Sejuta Manfaat Buah Pisang

Buah pisang sering sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya di Indonesia, pisang menjadi salah satu buah yang paling menarik di dunia. Iklim Indonesia yang tropis menyebabkan buah pisang sangat cocok tumbuh di Indonesia dengan jumlah yang sangat melimpah.

Banyak macam manfaat yang diperoleh dari buah melengkung ini. Pisang telah dikenal kaya akan karbohidrat, serat makanan, vitamin dan mineral tertentu, dan juga kandungan lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Daging buah maupun kulit buah pisang telah terbukti secara ilmiah ditemukan banyak senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Berikut berbagai manfaat dari buah pisang:

  1. Sebagai antioksidan

Buah pisang mengandung asam fenolat sebagai senyawa bioaktif utama yang memiliki sifat sebagai antioksidan. Bagian kulit buah pisang juga kaya akan banyak senyawa antioksidan, seperti anthocyanin, delphinidin, dan cyanidins. Sifat antioksidan dari senyawa-senyawa tersebut dapat bermanfaat dalam berbagai penyakit karena dapat memberikan perlindungan dari radikal bebas. Selain itu, antioksidan juga bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif, seperti alzheimer, parkinson, kanker dan penyakit kardiovaskular (Sidhu et al., 2018 dan Falcomer et al., 2019).

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh

Daging buah pisang yang berwarna kuning dan orange terbukti mengandung trans-β karoten yang berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan dan mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes tipe II, dan berbagai penyakit jantung (Sidhu et al., 2018).

  1. Meningkatkan kecerdasan

Pisang mengandung fosfor dalam jumlah yang cukup, yang bermanfaat dalam perkembangan otak dan kemampuan akal, seperti kecerdasan, berpikir dan menghafal (Rochmah dan Fasitasari, 2014).

  1. Mencegah kanker prostat

Kandungan Lycopene dalam buah pisang bermanfaat bagi kalangan pria karena dapat memberikan perlindungan terhadap kanker prostat (Sidhu et al., 2018).

  1. Menjaga kesehatan mata

Kandungan α-karoten, β-karoten, dan β-cryptoxanthin dalam daging buah pisang bertindak sebagai sebagai provitamin A yang mampu mengatasi kekurangan vitamin A dan menjaga kesehatan mata (Sidhu et al., 2018).

  1. Membantu mengobati penyakit lambung

Leucocyanidin, senyawa flavonoid yang menunjukkan aktivitas yang sangat besar dalam pengobatan kondisi penyakit lambung. Selain itu, flavonoid ini juga menunjukkan aktivitas antitumor dan mencegah pernyebaran sel kanker (Sidhu et al., 2018).

  1. Membantu menurunkan kadar gula darah

Kandungan pati resisten dalam buah pisang terbukti tidak pecah dalam saluran pencernaan sehingga dapat berperan sebagai serat sekaligus menurunkan gula darah dan dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit diabetes tipe 2 (Falcomer et al., 2019).

  1. Membantu menurunkan kadar kolesterol

Buah pisang mengandung phytosterol yang berkhasiat untuk menurunkan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) pada penderita kolesterol tinggi (Sidhu et al., 2018).

  1. Membantu menurunkan tekanan darah

Kandungan mineral yang unggul dalam buah pisang adalah kalium, yakni berkisar 440 mg. Kalium bermanfaat untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh, sehingga membantu mengontrol dan menurunkan tekanan darah yang tinggi (Arifki et al., 2018).

  1. Sebagai antibakteri

Kandungan keton dalam getah pisang bermanfaat sebagai antibiotik alami (Arifki et al., 2018).

  1. Mengobati luka secara alami

Dengan menggunakan getah pisang yang mengandung zat lignin dapat membantu mempercepat penyembuhan luka (Arifki et al., 2018).

  1. Membantu mengobati radang mulut dan gusi

Pisang juga bermanfaat untuk radang mulut dan gusi, karena mengandung flouride sebagai zat pensteril (Rochmah dan Fasitasari, 2014).

  1. Memperkuat gigi

Kandungan vitamin D dalam pisang berguna untuk memperkuat gigi (Rochmah dan Fasitasari, 2014).

  1. Membantu mengobati anemia

Pisang mengandung zat besi dan vitamin D sehingga berguna dalam pencegahan dan pengobatan anemia serta kekurangan zat besi. Vitamin D dapat membantu penyerapan zat besi dalam usus menjadi lebih mudah (Rochmah dan Fasitasari, 2014).

  1. Mengurangi depresi

Pisang juga mengandung hormon-hormon yang berfungsi untuk mengatur aktifitas saraf. Hal ini dikarenakan pisang mengandung dopamin sebagai neurotransmitter dalam otak manusia yang memiliki pengaruh kuat pada suasana hati dan stabilitas emosional. Selain itu, kandungan serotonin dalam pisang juga akan berpengaruh dalam menciptakan perasaan bahagia (Sidhu et al., 2018 dan Falcomer et al., 2019).

  1. Mencegah penyakit saraf

Kulit pisang mengandung asam amino, triptofan yang berperan dalam penecagan penyakit saraf, seperti parkinson (Sidhu et al., 2018).

Begitu banyak manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah dari buah pisang. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi untuk mengkonsumsi buah pisang agar memperoleh berbagai manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita.

Referensi:

Arifki, Hisban H., Barliana, Melisa I., 2018, Karakteristik dan Manfaar Tumbuhan Pisang, Farmaka, Vol. 16 No. 3, Pages: 196-203.

Falcomer, Ana L., Riquette, Roberta F. R., De Lima, Bernardo R., Ginani, Verônica C., Zandonadi, Renata P., 2019, Health benefits of green banana consumption: A systematic review, Nutrients, Vol. 11, Issue 6, Pages: 1-22.

Rochmah, Yuyun S., Fasitasari, Minidian., 2014, Pengaruh Penyuluhan Terhadap Perubahan Pengetahuan Bagi Ibu-Ibu Pkk Kelurahan Penggaron Lor Tentang Pemanfaatan Tanaman Pisang Sebagai Media Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Odonto Dental Journal, Volume 1, Nomor 2, Desember 2014.

Sidhu, Jiwan S., Zafar, Tasleem A., 2018, Bioactive compounds in banana fruits and their health benefits, Food Quality and Safety, Vol. 2, Issue 4, Pages: 183-188.