Tanaman Bajakah, Ada Apakah?

Tanaman Bajakah, Ada Apakah?

Beberapa pekan lalu kita di kagumkan dengan prestasi adik-adik siswi di salah satu SMA 2 Palangkaraya di Kalimantan Tengah (Kalteng) banyak diliput oleh Media. Mereka adalah Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharan. Dua diantaranya berhasil mendapatkan medali emas dalam kejuaraan tingkat dunia yaitu lomba ilmiah internasional World Invention Creativity Olympic (WICO) 2019 di Korea Selatan.

Ringkasnya dalam liputan tersebut, reporter kompas TV (Aiman Wicaksono) diajak untuk bertemu dengan dosen dan menjelaskan bagaimana proses penelitian terhadap tikus yang dijadikan hewan uji untuk penelitian tersebut. kemudian beliau (dosen) yang diajak kerjasama dalam penelitian ini banyak menjelaskan kandungan didalam tanaman Bajakah ini, diantaranya adalah Flavonoid, saponin dan steroid. Akan tetapi tidak menjelaskan secara spesifik kandungan dan mekanismenya secara detail. Ketika di ceri internet tentang penelitian tanaman Bajakah memang belum banyak ditemukan penelitian lebih lanjut, sepertihalnya kunyit, jahe dan lain sebagaimanya.

Hasil pencarian di mesin google.com dan scholar (15/08/19) :

Terlihat memang belum banyak penelitian tentang tanaman tersebut, jika menyaksikan liputan tersebut maka kita akan mengetahui bahwa tanaman Bajakah adalah tanaman endemik khas kalimantan tengah. dan banyak digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan tradisional. Maka tak heran kini banyak orang yang mencari tanaman tersebut.

Tahukah kamu Tanaman Pasak Bumi? yang sempat di klaim sebagai tanaman khas malaysia dengan sebutan Tongkat Ali, ya itu adalah tanaman khas kalimantan juga yang banyak digunakan untuk pengobatan kejantanan pria. Sebenarnya bagaimana sih kita bisa menyimpulkan bahwa tanaman tersebut memiliki khasiat tertentu? Sebetulnya ada banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari bagaimana mendapatkan senyawa nya dengan cara di ekstraksi dari tanaman kemudian dilakukan identifikasi standarisasi, uji pre klinik, ekstraksi ditujukan untuk mendapatkan senyawa aktif yang diinginkan sampai dengan isolasi, lalu dilanjutkan dengan pengujian terhadap efektifitas (penyembuhan kanker), ketoksikan atau keamanan kepada hewah percobaan (uji pre klinik) dilanjutkan formulasi penyetaraan antara dosis dari hewan ke manusia dan uji klinik. Uji klinik kepada manusia dari uji klinik 1, 2, 3 dan 4. Barulah bagaimana sebuah tanaman tersebut mampu untuk dipasarkan untuk penyembuhan penyakit. Terlalu dini jika menyimpulkan bahwa tanaman Bajakah mampu mengobati kanker akan tetapi bisa jadi secara empiris memang digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai penyakit karena kandungannya yang melimpah.

Mengutip sebuah pernyataan Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH (Prof Iko, sapaan beliau di DetikHealth) :

“Proses dari akar bajakah sampai menjadi single compound itu panjang sekali. Bisa sampai 20-25 tahun,” sebut Wakil Direktur Medical Education Research Insitute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Demikianlah memerlukan perjalanan yang cukup panjang jika tanaman Bajakah akan disampai di peroleh obat untuk kanker tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu penelitian lebih lanjut seperti yang diuraikan diatas tadi. Banyak hal yang harus di fikirkan juga bagaimana budidaya atau kelangsungan hidup dari tanaman ini jika terjadi eksplorasi besar-besaran, mengingat tanaman ini endemik di pulau kalimantan sehingga sangat dimungkinkan hanya dapat tumbuh di pulau tersebut dan jika tumbuh ditempat lain bisa dipastikan khiatnya juga berbeda. Maka jangan sampai ketika memanfaatkan tanaman secara besar besaran (eksploitasi) justru membuat tanaman ini jadi langka atau bahkan kepunahan.

Referensi :

Detik Health (https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4667138/kalau-tak-jadi-obat-bisakah-akar-bajakah-dipatenkan-sebagai-jamu)

Google.com / Google Scholar

Kompas TV

Farmasi UAD Satu-Satunya PTS di Indonesia Yang Miliki Herbarium

Farmasi UAD Satu-Satunya PTS di Indonesia Yang Miliki Herbarium

Herbarium Farmasiense Universitas Ahmad Dahlan
Oleh : Tim Artikel Carijamu

Herbarium atau bisa juga disebut dengan tempat pengawetan tanaman merupakan salah satu media edukasi tentang tanaman herbal. Di Indonesia sampai saat ini hanya ada 3 Herbarium yaitu, di KEMENKES, Universitas Andalas Sumatera Barat dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)  menjadi satu-satunya PTS di Indonesia yang mempunyai Herbarium. Herbarium ini terdapat di Fakultas Farmasi UAD dengan nama “Herbarium Farmasiense”. Ide untuk dibuatnya suatu Herbarium di UAD sudah muncul sejak tahun 2015, namun karena beberapa alasan rencana ini belum dapat terealisasikan. Selanjutnya di awal tahun 2019 sekitar pertengahan bulan februari rencana untuk mendirikan Herbarium di UAD dapat terealisasikan dan telah melalui persiapan yang cukup panjang dari para dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi UAD. Jam operasional di Herbarium ini adalah dari jam 8.00 s/d 14.00 WIB. Herbarium Farmasiense ini memiliki struktur kepengurusan, dimana ada ketua, koordinator, sekretaris, bendahara, dan divisi-divisi.

Divisi pada Herbarium Farmasiense ini ada 4 yaitu divisi koleksi & identifikasi, divisi autentifikasi, divisi dokumentasi & administrasi serta divisi pelayanan. Saat ini di Herbarium Farmasiense terdapat 99 jenis tanaman, dalam hal pencarian tanaman tersebut divisi koleksi & identifikasi lebih banyak beracuan pada Farmakope Herbal Indonesia. Setiap bulannya para pengurus herbarium mempunyai target mendapatkan minimal 5 tanaman, namun tentu saja banyak kendala yang harus dihadapi terutama pada beberapa jenis tanaman yang menjadi ciri khas daerah di luar Yogyakarta. Untuk proses pengawetan 1 jenis tanaman bisa menghabiskan waktu sekitar 1 mingguan. Pada awal didirikannya herbarium ini mendapat pasokan tanaman dari seorang pembudidaya tanaman asal jogja. Namun tidak menutup kemungkinan para pengurus herbarium akan mencari pemasok lain dari luar daerah. Salah satu program yang menjadi titik fokus para pengurus herbarium periode ini adalah menambah koleksi tanaman, program ini sudah berjalan sejak pertengah maret 2019. Kedepannya para pengurus herbarium berencana selain mengawetkan tanaman (simplisia) kering tetapi juga simplisia basah. Harapan besar dari adanya Herbarium Farmasiense ini adalah dapat membantu Mahasiswa dan Masyarakat dalam melakukan suatu penelitian khususnya tentang tanaman herbal.

[EVENT] Herbal Medicine Class : Kupas Tuntas Khasiat Dan Manfaat Keladi Tikus

[EVENT] Herbal Medicine Class : Kupas Tuntas Khasiat Dan Manfaat Keladi Tikus

LATAR BELAKANG

  • Penelitian telah banyak dilakukan dan membuktikan bahwa tanaman Keladi Tikus memiliki senyata aktif dan antioksidan anti kanker.
  • Tidak hanya itu, ekstrak tanaman Keladi Tikus (typhonium flagelliforme) juga diketahui memiliki efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, antiasmatik, analgesik, antiinflamasi, dan bersifat sedatif.
  • Berdasarkan penelitian kita tahu betapa besar manfaat dan khasiat Sehat Tanaman Keladi Tikus untuk keluarga. Sayangnya, tidak semua keluarga Indonesia mengetahui bagaimana cara pemanfaatannya.

TUJUAN

  • Bagaimana mengetahui herbal & kandungan di dalamnya untuk menghasilkan menu, resep makanan minuman, dan obat terbaik untuk kesehatan keluarga Anda?
  • Bagian apanya saja yang bisa digunakan?
  • Pertanyaannya, bagaimana efek sampingnya jika terjadi overdosis pemanfaatannya?
  • Bagaimana mengatasinya ?
  • Tidak hanya untuk tanaman keladi. Tamanan herbal-lain, benarkah dapat diandalkan untuk menjaga kesehatan keluarga ?
  • Benarkah ada herbal untuk mengatasi segala penyakit ?
  • Apakah benar herbal bisa bermanfaat untuk kasus gagal ginjal ?

BONUS MATERI LAIN

  • Mengenali jenis, jumlah, jadwal DAN cara mengolah (3J-1C) herbal dengan benar untuk memelihara/menjaga kesehatan tubuh (body care) dan untuk P3K di rumah (herbal first aid).
  • Workshop membuat :
    Teh sukun untuk stamina keluarga.
    Cream Skin Care (cream utk perawatan kulit).
  • Healthy Family Road Map (RECANA SEHAT keuarga – peta jalan menuju keluarga sehat).
  • Mendapatkan : Goodiebag, Welcome Drink, Coffee Break & Lunch.
  • Sebelum ikuti kelas peserta mendapat Formulir : Pohon Kesehatan Keluarga (Voucher) untuk materi kelas dan sarana konsultasi bagi keluarga Anda.

NARA SUMBER

dr. Prapti Utami, M.Si.
(Praktisi Herbal Medik, Narasumber seminar di berbagai tempat, Asosiasi Pengobat Tradisional & berbagai media Televisi).

METODE

In-class training session dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogy) dengan menggunakan pendekatan berbasiskan pengalaman (Experiential Learning).
Untuk memberikan efek belajar dari pengalaman yang optimal maka diberikan pendekatan melalui :

– Lecture
– Diskusi
– Latihan/Role Play

KAPAN, HARI DAN TANGGAL (Kelas di Jakarta)

Spesial Memperingati Hari Kesehatan Wanita Dunia (8 Maret 2019)

Hari/Tanggal : Sabtu, 9 Maret  2019
Waktu : Pukul 09:00 WIB s/d 13:30 WIB.
Registrasi ulang : Pukul 08:30 – 09:00 WIB)
Peserta : 20 orang
Tempat : Hotel Bintang di Jakarta Selatan
Investasi : Jakarta Rp. 750.000,-

CARA PENDAFTARAN

Transfer sebesar biaya investasi ke rek.
BCA: 0678001344 a.n. PT. BARKA Cahaya Mediatama
Setelah transfer kirim bukti transfer & identitas peserta dengan format HMC_Nama_alamat Ke PIC :
Agus, WA : 0888 6120 212 | @KholilAhmad, WA : 081514199270

Investasi berharga dengan manfaat ganda untuk diri & keluarga. Salam Sehat Selaras untuk Anda & Keluarga.