Herbarium Farmasiense Universitas Ahmad Dahlan
Oleh : Tim Artikel Carijamu

Herbarium atau bisa juga disebut dengan tempat pengawetan tanaman merupakan salah satu media edukasi tentang tanaman herbal. Di Indonesia sampai saat ini hanya ada 3 Herbarium yaitu, di KEMENKES, Universitas Andalas Sumatera Barat dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)  menjadi satu-satunya PTS di Indonesia yang mempunyai Herbarium. Herbarium ini terdapat di Fakultas Farmasi UAD dengan nama “Herbarium Farmasiense”. Ide untuk dibuatnya suatu Herbarium di UAD sudah muncul sejak tahun 2015, namun karena beberapa alasan rencana ini belum dapat terealisasikan. Selanjutnya di awal tahun 2019 sekitar pertengahan bulan februari rencana untuk mendirikan Herbarium di UAD dapat terealisasikan dan telah melalui persiapan yang cukup panjang dari para dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi UAD. Jam operasional di Herbarium ini adalah dari jam 8.00 s/d 14.00 WIB. Herbarium Farmasiense ini memiliki struktur kepengurusan, dimana ada ketua, koordinator, sekretaris, bendahara, dan divisi-divisi.

Divisi pada Herbarium Farmasiense ini ada 4 yaitu divisi koleksi & identifikasi, divisi autentifikasi, divisi dokumentasi & administrasi serta divisi pelayanan. Saat ini di Herbarium Farmasiense terdapat 99 jenis tanaman, dalam hal pencarian tanaman tersebut divisi koleksi & identifikasi lebih banyak beracuan pada Farmakope Herbal Indonesia. Setiap bulannya para pengurus herbarium mempunyai target mendapatkan minimal 5 tanaman, namun tentu saja banyak kendala yang harus dihadapi terutama pada beberapa jenis tanaman yang menjadi ciri khas daerah di luar Yogyakarta. Untuk proses pengawetan 1 jenis tanaman bisa menghabiskan waktu sekitar 1 mingguan. Pada awal didirikannya herbarium ini mendapat pasokan tanaman dari seorang pembudidaya tanaman asal jogja. Namun tidak menutup kemungkinan para pengurus herbarium akan mencari pemasok lain dari luar daerah. Salah satu program yang menjadi titik fokus para pengurus herbarium periode ini adalah menambah koleksi tanaman, program ini sudah berjalan sejak pertengah maret 2019. Kedepannya para pengurus herbarium berencana selain mengawetkan tanaman (simplisia) kering tetapi juga simplisia basah. Harapan besar dari adanya Herbarium Farmasiense ini adalah dapat membantu Mahasiswa dan Masyarakat dalam melakukan suatu penelitian khususnya tentang tanaman herbal.