Kumis Kucing, Sikumis Berjuta Manfaat

Orthoshipon stamineus, atau kumis kucing merupakan salah satu jenis tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tumbuhan ini berasal dari wilayah Afrika tropis, lalu menyebar hingga ke wilayah Asia dan Australia termasuk Indonesia. O. stamineusmemiliki beragam manfaat dan telah dipakai selama berabad-abad di wilayah Asia Tenggara. Di Malaysia daunnya sering digunakan sebagai diuretik, sedangkan di Myanmar sering digunakan untuk pengobatan diabetes1. Selain kedua hal tersebut, di Indonesia kumis kucing juga bermanfaat sebagai antihipertensi. Berikut ulasannya:                                                                                               

1. Sebagai Diuretik

Daun kumis kucing memiliki kandungan mineral hingga 12% yang komponen utamanya adalah kalium. Kalium dalam kumis kucing tersimpan di vakuola dalam bentuk senyawa Orthosiphon glikosida. Diduga kandungan kalium yang tinggi dari ekstrak kumis kucing berpengaruh terhadap aktivitas diuretiknya. Aktivitas diuretiknya terjadi dengan cara menghambat tubulus kontortus proksimal untuk menyerap kembali (reabsorpsi) air dan anion yang menyertainya. Selanjutnya hasil penelitian dari Adam dkk menjelaskan bahwa pengaruh pemberian ekstrak kumis kucing pada tikus Sprague-Dawley jantan dewasa dengan dosis 5 mg/kg dan 10 mg/kg menunjukkan adanya peningkatkan volume urin dan sekresi kalium (K+) dan klorida  (Cl–)2.            

2. Sebagai Antidiabetes

Senyawa yang terdapat dalam daun kumis kucing yang diduga berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah flavonoid. Flavonoid diketahui mampu berperan dalam menangkap radikal bebas atau berfungsi sebagai antioksidan alami. Aktivitas antioksidan tersebut memungkinkan flavonoid untuk menangkap atau menetralkan radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) atau reactive nitrogen species (RNS) terkait dengan gugus OH fenolik, sehingga dapat memperbaiki keadaan jaringan yang rusak dengan kata lain proses inflamasi dapat terhambat3. Flavonoid memiliki aktivitas antidiabetes yaitu dengan menghambat penyerapan glukosa di intestinal dan regenerasi sel β pankreas sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah4.       

3. Sebagai Antihipertensi                                                                                                                             

Salah satu zat yang terkandung dalam Ostamineus yang bermanfaat sebagai antihipertensi adalah Methylripariochromene A (MRC) 5. Senyawa ini dapat menurunkan tekanan darah melalui beberapa mekanisme, diantaranya adalah menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) dan denyut jantung (HR) secara terus-menerus setelah pemberian subkutan. Ostamineus dapat memainkan perannya dalam menurunkan tekanan darah sistolik dengan cara mengurangi vasokonstriksi mirip dengan Angiotensin 1 (AT1) receptor blocker. Hasil penelitian dari Manshor dkk menunjukkan bahwa ekstrak air dan air:ekstrak metanol (1:1) dari daun Ostamineus meningkatkan efek antihipertensi dengan mengurangi vasokonstriksi melalui perubahan aktivitas reseptor α1-adrenergik dan AT16.


Referensi :

  1. Adnyana, I.K., Setiawan, F. & Insanu, M., 2013, From Ethnopharmacology to Clinical Study of Orthosiphon stamineus Benth., International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, Vol 5, 66-73.   
  2. Adam Y., Somchit, M. N., Sulaiman, M.R., Nasaruddin, A. A., dan Zuraini, A., 2009,  Diuretic Properties of Orthosiphon Stamineus Benth., Journal of Ethnopharmacology, 124 (2009), 154-158.    
  3. Prameswari, O.M., Wijanarko, S.B., 2014. Uji Efek Ekstrak Air Daun Pandan Wangi. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2 (2) : 16-27 . 
  4. Fauzan I.H., 2017. Uji Efek Ekstrak Etanol 70% Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan [skripsi]. Fakultas Kedokteran Umum Universitas Muhammadiyah Sukarta. 
  5. Matsubara T, Bohgaki T, Watarai M, Suzuki H, Ohashi K, Shibuya H. Antihypertensive actions of methylripariochromene A from Orthosiphon aristatus, an Indonesian traditional medicinal plant, Biol Pharm Bull 1999;22(10):1083-1088.      
  6. Manshor, N.M., Dewa, A., Asmawi, M.Z., Ismail, Z., Razali, N. & Hassan, Z., 2013, Vascular Reactivity Concerning Orthosiphon stamineus Benth- Mediated Antihypertensive in Aortic Rings of Spontaneously Hypertensive Rats, International Journal of Vascular Medicine, Vol. 2013, 1-6. 

Komentar

  • Kirim Komentar