Pegagan, Tumbuhan Liar Berkhasiat Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Centella asiatica, atau gotu kola, atau oleh masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan nama pegagan merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di ladang, pematang sawah, hingga tepi jalan. Namun, siapa sangka jika tumbuhan liar ini sesungguhnya memiliki beberapa khasiat yang jika dimanfaatkan dengan baik akan bermanfaat bagi kesehatan kita. Winarto dan Subakti (2003), melaporkan bahwa tumbuhan ini telah ditetapkan sebagai tumbuhan obat tradisional sejak 18841. Bahkan, Soerohso et al, 1992, memasukkan pegagan sebagai tumbuhan obat utama2. Artinya, sejak lama, pegagan sudah menjadi objek penelitian karena khasiatnya yang bermanfaat. Di bawah ini merupakan khasiat pegagan yang didapat dari beberapa referensi ilmiah.

1. Meningkatkan sistem imun tubuh

Komponen bioaktif pegagan seperti senyawa-senyawa golongan triterpenoid berfungsi meningkatkan aktivitas makrofag yang berpengaruh pada peningkatan aktivitas fagositosis dan sekresi interleukin3. Penelitian yang dilakukan oleh Punturee et al, 2005, mengkonfirmasi hal itu. Ekstrak air pegagan memengaruhi terjadinya stimulasi pada aktivitas sistem imun dengan meningkatkan produksi interleukin-2 (IL-2) dan tumor necrosis factor alpha (TNF-α)4. Jadi, pegagan membantu sistem imun manusia dengan meningkatan senyawa-senyawa imunomodulator tersebut, sehingga tubuh manusia akan menjadi semakin terlindungi dari ancaman berbagai penyakit. 

2. Mempercepat penyembuhan luka

Hashim pada tahun 2014, melakukan percobaan dengan mencampurkan ekstrak herba pegagan, asam glikolat, vitamin A, E, dan C. Formulasi tersebut diuji secara in vitro pada sel fibroblas kulit manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa formulasi tersebut mengekspresikan efek stimulasi sintesis pada dua matriks protein ekstraseluler yaitu kolagen dan fibronektin. Dua protein tersebut yang berfungsi untuk memperbaiki kembali jaringan ikat guna mendukung perkembangan kulit dan mempercepat penyembuhan luka5. Pada penelitian sebelumnya, Hashim meneliti potensi herba pegagan secara tunggal dan menyatakan kesimpulan bahwa herba ini meningkatkan sintesis kolagen dan berpotensi sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet6. Dari beberapa referensi di atas, pegagan memiliki potensi sebagai bahan baku obat yang bertujuan untuk menyembuhkan luka dan merawat kulit.

3. Membantu menurunkan tekanan darah

Berdasarkan beberapa referensi, herba pegagan dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan 2 mekanisme, yaitu sebagai diuretik dan antioksidan. Roopesh et al, tahun 2011, menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba pegagan memiliki efek diuresis dengan meningkatkan ekresi urin pada hewan uji. Diuretik mampu mengurangi kerja jantung, permintaan oksigen dan volum plasma, sehingga dapat menurunkan tekanan darah7. Potensi antioksidan ditunjukkan oleh Hashim et al, 2011 yang menggunakan metode penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrihidrazil (DPPH), menunjukkan presentase ekstrak herba pegagan sebesar 84% dibandingkan dengan ekstrak biji anggur dan vitamin C berurut-turut sebesar 83% dan 88%. Selain karena kandungan triterpen (asiatikossida dan madekassosida), efek antioksidan tersebut juga didapat dari kandunga flavanoid dan selenium yang dapat menstimulasi peremajaan sel8.


Referensi :

  1. Winarto, W. R. dan Surbakti, M, 2003, Khasiat dan Manfaat Pegagan, Agromedia Pustaka: Jakarta.
  2. Soerohso, Widiastuti, Y., Hutapea, J. R, 1992, Tinjauan penggunaan pegagan sebagai obat tradisional dari berbagai perpustakaan, Warta Tumbuhan Indonesia, I(2): 69-70.      
  3. Besung, K.I., 2009, Pegagan (Centella asiatica) sebagai alternatif pencegahan infeksi pada ternak, Jurnal Penelitian Universitas Udayana, 2(1):1.              
  4. Punturee, Khanitta., Wild P, Cristopher, Kasinrerk, Watchara, Vinitketkummumen, Usanee, 2005, Immunomodulatory activities of Centella asiatica and Rhinacantus nasutus extracts, Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 6: 396-400.        
  5. Hashim, Puziah., 2014, The effect of Centella asiatica, vitamins, glycolic acid and their mixtures preparations in stimulating collagen and fibronectin synthesis in cultured human skin fibroblast, Pakistan Journal of Pharmaceutical Science, 27(2): 233-237.    
  6. Roopesh, Chitrala., Salomi, K. Ruth., Nagarjuna, S., Reddy, Y. Padmanabha, 2011, Diuretic activity of methanolic and ethanolic extract of Centella asiatica leaves in rats, International Research Journal of Pharmacy, 2(11): 163-165.  
  7. Hashim, 2011, Centella asiatica in food and beverage applications and its potential antioxidant and neuroprotective effect, International Food Research Jurnal, 18(4): 1215-1222. 

Komentar

  • Kirim Komentar