Tembakau Sebagai Pestisida Nabati

Oleh :  Tim Artikel Carijamu

            Penggunaan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak, diantaranya dampak kesehatan bagi manusia yaitu meningkatnya risiko keguguran, kemandulan dan pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Paparan pestisida pada anak, dapat menurunkan stamina tubuh, menurunkan tingkat kecerdasan dan konsentrasinya. Racun kimia yang terbuat dari klorine dapat menyebabkan kanker payudara (Silowati, 2015). Selain itu pestisida kimia juga memiliki harga yang tergolong mahal. Oleh sebab itu Pentingnya pengembangan pestisida nabati memiliki beberapa kelebihan antara lain ramah lingkungan, murah dan mudah didapat, tidak meracuni tanaman, tidak menimbulkan resistensi hama, mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman, kompatibel digabung dengan pengendalian lain dan menghasilkan produk pertanian yang bebas residu pestisida. Mekanisme kerja pestisida nabati tidak hanya menumpukan pada tingkat kematian semata tetapi juga berfungsi sebagai anti feedant dan repelant.

Di indonesa sangat banyak keragaman sumber daya alam (biodiversitas) tumbuhan seperti bandotan, sirih hutan, brotowali, temulawak, biji mahkota dewa, serai, daun sirsak, daun mimba, tembakau, biji bengkuang, cengkeh, bawang putih, daun kecubung, lada dan daun sirih (Asmaliyah dkk., 2010; Irfan, 2010; Prosiana dkk., 2014; Wahyono dan Rachmat 2014) sebagai sumber pestisida nabati, masih belum banyak dimanfaatkan secara maksimal padahal potensinya cukup besar. Pada artikel ini kita akan terkhusus pada tumbuhan tembakau yang bermanfaat sebagai pestisida nabati. Pada tumbuhan tembakau terdapat suatu senyawa yang berkhasiat sebagai pestisida yaitu Saponin. Saponin adalah senyawa pengaktif permukaan dan dapat menimbulkan busa bila dikocok dengan air. Beberapa saponin bersifat sebagai antimikroba. Saponin berasa pahit, dalam larutan air membentuk busa, dapat menghemolisis eritrosit, merupakan racun kuat untuk ikan dan amfibi (Asmaliyah dkk., 2010 dan Prosiana dkk., 2014). Data-data tersebut diperkuat dengan peneliian-penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa ahli.

Dari banyaknya manfaat pestisida nabati yang dipaparkan diatas, maka mulai dari sekarang kita harus menggantikan pestisida kimia dengan pestisida nabati tersebut yaitu salah satunya adalah dengan menggunakan tumbuhan tembakau.

Referensi :

Asmaliyah, Wati H. E. E., Utami S, Mulyadi K, Yudistira dan F. W Sari. 2010. Pengenalan Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati dan Pemanfaatannya Secara Tradisional. Kemenhut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktifitas Hutan.

Promosiana A, Indartiyah N, Tahir M, Watini L, Hartono B, Martha D, Tobing P.L, Hermami A dan J. Waludin. 2014. Tanaman Biofarmaka sebagai Biopestisida.

Silowati. 2015. Dampak Pestisida terhadap Reproduksi Kesehatan Wanita. Bapelkes Cikarang.